Current Issue
Ibnu Hazm Al-Andalusi yang bernama lengkap Ali bin Ahmad bin Said bin Hazm merupakan seorang ilmuan yang menguasai banyak disiplin ilmu. Dia adalah seorang ahli fikih, tafsir, hadis, ushul fikih, kalam mantiq, kedokteran, sastra dan sejarah. Dalam bidang kesastraannya, salah satu yang menjadi penekanannya adalah masalah pendidikan cinta, hal ini bisa kita temukan dalam karya-karya kesastraan beliau, salah satunya karya beliau yang berjudul Thauq Al-Hamamah fi Al-Ulfah wa Al-Ullaf. Pendidikan cinta hadir sebagai alternatif dalam mengatasi krisis akhlak dan moral yang ada di tengah-tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendidikan cinta yang ada dalam kitab Thauq Al-Hamamah fi Al-Ulfah wa Al-Ullaf dengan metode penelitian kepustakaan (library research), peneliti menemukan bentuk pendidikan cinta Ibnu Hazm Al-Andalusi dalam Thauq Al-Hamamah fi Al-Ulfah wa Al-Ullaf memadukan dua pandangan agama (akhlak) dan filsafat. Perpaduan inilah yang menjadikan konsep pendidikan cinta Ibnu Hazm Al-Andalusi istimewa dan relevan sampai saat ini. Karena beliau menjelaskan secara detail teknis-teknis yang berkaitan dengan cinta, seperti; hakikat cinta, sifat cinta, objek cinta dan sebagainya. Sekalipun Ibnu Hazm Al-Andalusi tentang cinta dalam buku Thauq Al-Hamamah fi Al-Ulfah wa Al-Ullaf identik dengan cinta kepada makhluk, namun kesimpulannya dalam buku tersebut objek cinta pada akhirnya adalah cinta kepada Allah Swt. Bahwa dalam hal cinta-mencinta harus mengutamakan cinta kepada Allah Swt dan menaati-Nya, dengan selalu mengingat akan nistanya kemaksiatan dan selalu menjaga atau memelihara kesucian diri.
