MENANAMKAN NILAI KARAKTER MELALUI DONGENG: ANALISIS BUKU 'BAHASA INDONESIA UNTUK SD DAN MI KELAS III'
Kata Kunci:
Nilai Karakter, Dongeng, Pendidikan KarakterAbstrak
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai karakter dalam dongeng pada buku “Bahasa Indonesia untuk SD dan MI Kelas III” di SDN 100311 Palsabolas. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan desain studi kasus, melibatkan analisis buku dan wawancara dengan wali kelas III sebagai sumber data. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dongeng dalam buku tersebut mengandung beragam nilai karakter, di antaranya religius (5,56%), jujur (5,56%), kerja keras (16,67%), mandiri (5,56%), rasa ingin tahu (16,67%), menghargai prestasi (11,11%), dan tanggung jawab (5,56%). Dongeng "Keong Emas" mengandung enam nilai karakter, menjadikannya dongeng dengan nilai karakter terbanyak, sementara "Pak Belalang" dan "Batu Menangis" masing-masing mengandung tiga nilai karakter. Secara keseluruhan, ditemukan 12 nilai karakter yang dapat menjadi acuan dalam pendidikan karakter siswa. Penelitian ini menyarankan agar guru dan orang tua menjadikan dongeng sebagai media pembelajaran karakter, siswa lebih selektif dalam menanamkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari, dan penulis buku menambahkan nilai-nilai karakter yang belum tercakup untuk memperkaya muatan edukasi dalam dongeng.
Referensi
Berkowitz, M. W., & Bier, M. C. (2005). What works in character education: A research-driven guide for educators. Character Education Partnership.
Darmadi, K., & Nirbaya, R. (2008). Bahasa Indonesia untuk SD dan MI Kelas III. Jakarta: Kawan Pustaka.
Dewi, N. R., et al. (2014). Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Novel Sepatu Dahlan Karya Khrisna Pabichara dan Relevansinya terhadap Pengajaran Pendidikan Karakter di Indonesia. Jurnal Pendidikan Karakter, 4(1), 23-34.
Faisal, S. (2009). Pengajaran Bahasa dan Karakter di Sekolah. Jurnal Pendidikan Bahasa, 5(2), 45-57.
Kirkpatrick, D. (2008). The effect of technology on children’s social skills. Journal of Educational Psychology, 45(3), 233-245.
Lickona, T. (1991). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. Bantam Books.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. SAGE Publications.
Mulyasa, E. (2011). Manajemen Pendidikan Karakter. PT Remaja Rosdakarya.
Nasution, S. (1996). Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Tarsito.
Setiawan, B., et al. (2017). Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Dongeng Digital untuk Pendidikan Karakter. Jurnal Teknologi Pendidikan, 19(2), 112-125.
Sisdiknas. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pemerintah Indonesia.
Soetantyo, T. (2013). Peranan Dongeng dalam Pembentukan Karakter Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 6(4), 56-68.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Wibowo, A., & Gunawan, S. (2015). Pendidikan Karakter melalui Dongeng. Jurnal Pendidikan Karakter Anak, 3(1), 12-19.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 REKOGNISI : Jurnal Pendidikan dan Kependidikan

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.