HUBUNGAN VERBAL BULLYING TERHADAP KECERDASAN INTERPERSONAL SISWA SDN 101744 HAMPARAN PERAK
Kata Kunci:
Kecerdasan Interpersonal, Verbal Bullying, Sekolah DasarAbstrak
Kurangnya kecerdasan interpersonal siswa dapat menyebabkan seseorang untuk betingkah laku yang menyimpang secara sosial. Akibat dari rendahnya kecerdasan interpersonal dapat menyebabkan anak mel4akukan verbal bullying. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan verbal bullying dengan kecerdasan interpersonal siswa kela IV di SD 10174 Hamparan perak pada tahun ajaran 2022/2023. Jenis penelitian ini adalah kolerasional. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas IV B sebanyak 26. Instrumen dalam penelitian ini adalah angket dalam bentuk scala likert. Ui instrumen dan uji persyaratan analisis menggunakan program SPSS 22.0 for windows. Pengujian hipotesis menggunakan uji korelasi product moment SPSS 22.0 for windows. Berdasarkan hasil analisis data kecerdasan interpersonal siswa berada pada kriteria tinggi dengan frekuensi sebanyak 5 dengan persentase 19,23%, kategori sedang dengan frekuensi 18 dan persentase 69, 23%, dan kategori rendah sebanyak 3 dengan persentase 11, 53%. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan signifikan antara verbal bullying dengan kecerdasan interpersonal siswa kelas IV B di SDN 101744 Hamparan Perak. Terbukti dari hasil analisis korelasi 69,23%. Ini berarti dapat terdapat hubungan negatif antara verbal bullying terhadap kecerdasan interpersonal. Maka dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kecerdasan interpersonal maka semakin rendah pula perilaku verbal bullying.
Referensi
Acesta, A. (2019). Kecerdasan kinestik dan interpersonal serta pengembangannya. Surabaya: Media Sahabat Cendekia.
Priyatna, A. (2010). Let’s end bullying: Memahami, mencegah, dan mengatasi bullying. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Arifianto, S. (2016). Implementasi metode penelitian: Studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Yogyakarta: Aswaja Pressindo.
American Psychiatric Association. (2000). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (4th ed., Text Rev.). Arlington, VA.
Coloroso, B. (2007). Stop bullying (memutus rantai kekerasan anak dari prasekolah hingga SMU). Jakarta: PT Ikrar Mandiriabadi.
Wardiati, E. (2018). Pengaruh bullying terhadap moralitas siswa pada SMP Negeri 1 Darul Hikmah Kabupaten Aceh Jaya. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh.
Fajarwati, D. (2017). Membangun sekolah berbasis kecerdasan majemuk peserta didik. Bogor: Grha Cipta Media.
Hermita, N., et al. (2017). Pembelajaran berbasis kecerdasan jamak di SD.
Maolani, R. A., & Cahyana, U. (2016). Metodologi penelitian pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.
Prasetyo, B., & Jannah, L. M. (2016). Metode penelitian kuantitatif: Teori dan aplikasi. Jakarta: Rajawali Pers.
Safaria, T. (2005). Interpersonal intelligence. Yogyakarta: Amara Books.
Sugiyono. (2009). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Tatang. (2015). Manajemen pendidikan berbasis sekolah. Bandung: CV Pustaka Setia.
Wahyuni, A., et al. (n.d.). Hubungan kecerdasan interpersonal siswa dengan perilaku verbal bullying di SD Negeri 40 Banda Aceh. Jurnal Pesona Dasar, 3(4).
Wibowo, A. P. S. (2019). Penerapan hukum pidana dalam penangan bullying di sekolah. Jakarta: Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.
Yayasan Semai Jiwa Insani. (2008). Bullying: Mengatasi kekerasan di sekolah dan lingkungan. Jakarta: Grasindo.
Zakiyah, E. Z., et al. (2017). Faktor yang mempengaruhi remaja dalam melakukan bullying. Jurnal Penelitian, 4(2), 129-389.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 REKOGNISI : Jurnal Pendidikan dan Kependidikan

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.